Laman

Rabu, 06 Februari 2013

Eggless Cake



Eggless Strawberry Shortcake






Cake Ingredients:
500 ml of water
365 grams of sugar
300 grams of wheat flour
75 grams of cooking oil
30 grams cornstarch
25 grams of milk powder
1 teaspoon baking powder
¼ tsp salt
¼ teaspoon vanilla

  Filling and decoration:

400 ml of cold milk
200 grams of whipping cream powder
200 grams of strawberries, sliced
100 grams of strawberry jam
300 grams of pasta strawberries




How to make:
1. Mix flour, cornstarch, milk powder, sugar, vanilla, baking powder, and salt.
2. Pour water and mix well. Add cooking oil, stir again.
3. Set aside the dough. already prepared baking sheet covered with baking paper and spread with margarine.
4. Pour the batter into the pan, bake in oven at 180 ยบ C for 30 minutes or until cooked. Lift, print cake with a diameter of 5 cm round cutter, set aside.
5. For Filling, beat whipping crean and cold milk until thick, add strawberry jam and stir well.
6. Prepare mica plastic with a diameter of 5 cm. Put a piece of cake in the bottom of the mica.
7. Arrange strawberry filling and spray materials. Cover again with a piece of cake. Brush the pasta strawberries over cake that has been given a role in filling and store in refrigerator until cold. Serve.

Minggu, 06 Januari 2013

How to Make Pancakes



Recipes and How to Make Pancakes

Simple Pancake Ingredients
Even the ingredients are very simple and easy to come by for pancakes this time. For the experiment, we make a little first, prepare the following materials:
* Wheat flour 500 gr
* Granulated sugar 50 gr
* Baking powder 1 teaspoon
* Warm water about 460 ml, or taste.
* Garnish (optional)


Pancakes with Chocolate ice cream
How to make simple Pancakes
1. First mix the flour and stir well, warm water and baking powder.
2. Let the dough pancakes for about 10 minutes.
3. Heat a griddle for cooking pancakes, you should use non-stick skillet.
4. Pour batter roughly enough to top the already hot pan.
5. Wait until lightly browned and cooked through
6. Pancake ready served warm.

Sabtu, 15 Desember 2012

Opini, Remaja


Kelas Remaja

Semakin bertambahnya angka penderita HIV/AIDS memang sangat menghawatirkan. Penanggulangan penyakit ini pada remaja utamanya, dengan jalan pemberian ceramah, ekstrakulikuler KSPAN (Kelompok Siswa Peduli AIDS dan Narkoba) dan sedikit pembahasan dalam beberapa mata pelajaran akademik kuranglah efektif. Selain karena sedikitnya pengatehuan mengenai AIDS juga karena kurangnya sosialisasi mengenai pergaulan yang baik.
            Yang saya maksud dengan pergaulan yang baik adalah pergaulan remaja yang masih dalam batasan-batasan nilai dan norma yang dianut masyarakat kita. Masih banyak remaja di Indonesia yang belum mengetahui HIV/AIDS dengan baik, akibatnya banyak generasi  muda kita yang hancur dengan penyakit ini.
Penanggulangan HIV/AIDS pada remaja dengan cara memberi ceramah dan memasukan materi HIV/AIDS ke dalam mata pelajaran saya rasa kurang efektif karena remaja atau siswa hanya mengingat dan memfokuskan diri terhadap masalah tersebut selama cerama atau pelajaran itu berlangsung. Setelahnya siswa tidak akan terlalu memikirkannya bahkan tidak mengetahui hal tersebut karena tidak semua siswa atau remaja mendengarkan pelajaran tersebut dengan baik.
Kelompok Siswa Peduli AIDS dan Narkoba atau yang sering disebut KSPAN merupakan sekelompok remaja yang peduli dan mendalami seluk beluk penyakit AIDS dan Narkoba. Hampir seluruh sekolah memiliki ekstrakuler ini. Ini merupakan langkah awal pencegahan penyakit AIDS di kalangan siswa. Namun, seperti sebelumnya, hal ini tidaklah benar-benar efektif, karena hanya sebagian siswa yang mengatahui AIDS secara mendalam. Dan sisanya hanya mengetahui secara samar-samar.
Di negara-negara maju seperti Amerika sudah diberlakukannya Kelas Remaja. Di kelas ini siswa di bedakan menjadi kelas putra dan putri, dan pemberian materinya pun disesuaikan dengan umur dan genre. Materi yang di berikan di kelas ini berhubungan dengan pergaulan remaja, bahaya narkoba dan AIDS, dan seksual.

Kelas ini sesungguhnya sangat berguna karena remaja dibantu untuk melewati masa pubertas  yang sangat labil. Siswanya juga jadi lebih paham dengan bahaya narkoba dan AIDS sehingga dapat membantu pencegahan penyakit AIDS. Dan di kelas ini pula siswa jadi lebih bisa memfokuskan diri pada materi karena pembahasannya mengenai diri mereka sehingga mereka tidak mudah merasa bosan.

Jumat, 14 Desember 2012

How to Make Macaroons

Macaroons

Macarons Flavors Strawberry Cake Recipe

Ingredients: 

  1. 400 grams of icing sugar  
  2. 100 grams of egg white  
  3. 2 tablespoons cornstarch 
  4. 50 grams of almond powder,
  5. sifted¼ tsp fine salt 
  6. ½ tsp Pasta strawberry / pink dye
Fill Cake Macaroons: 
1 egg white 
4 tbsp icing sugar 
1 tbsp lemon juice



How to Make Cake Macaroons: 

1. Mixer egg whites with icing sugar and salt until fluffy and stiff fine.
2. Then enter the cornstarch, almond powder and paste strawberries into the egg white mixture, stir briefly until the dough on well blended. 
3. Prepare a baking tray smeared with margarine. Then enter the macaroons dough into piping bag / plastic funnel triangle and cut the tip of the plastic. 
4. Spray / shape the dough into the pan to form a circle. and let stand at room temperature for 1 hour until the dough just wide. 
5. dough in the oven temperature of 160 degrees Celsius for 15 minutes. 
6. After 15 minutes, open the oven door, let stand for 3 minutes. Then bake again using a temperature 130 degrees Celsius for 25 minutes or until the pastry is cooked through and dry. Then lift. 
7. Allow the dough to be cold. After that, remove the cake from the cetakkan. Take one piece macarons then spread with the content material and then cover with another macaroon. 
8. Serve and Store macaroons in an airtight jar.
How to Make Macaroons own content:Beat the egg whites, powdered sugar and lemon juice until all ingredients are well blended and white. Set aside. The content is ready for use.

 

Macaroons Cake Tips For Good and Successful: 
1. Do not use refined sugar because it will produce macaroons with dull colors and rough textured. Better to use icing sugar, these sugars can be purchased at the grocery store cake. 
2. Make sure the bowl of dough in the mixer and dry conditions, due to the presence of water in a bowl or mixer whisk the egg whites can cause not inflate properly. 
3. Do not bake / Meng cake in the oven temperature is too hot or above 200 degrees because it will cause the surface of the cake is cracked but the inside is still moist.
4. Fill cake macaroons can be changed according to taste, such as peanut butter, jam, chocolate pasta, whipped cream, butter cream, cream cheese, or anything else.

Budaya Bali



              
Ciuman Menjadi Salah Satu Tradisi Di Bali

              

Omed-omedan atau yang disebut juga med-medmedam adalah acara ciuman masal yang rutin di gelar oleh warga Banjar kaja, Desa Sesetan. Denpasar Selatan, pada setiap tanggal 1 tahum cakka, atau sehari setelah Hari Nyepi. Menurut cerita masyarakat setempat, acara ini sudah di wariskan sejak tahun 1900-an. Omed-omedan melibatkan seka teruna-teruni atau pemuda-pemudi umur 17 tahun hingga 30 tahun atau yang sudah menginjak dewasa namun belum menikah. Dalam bahasa Bali, med-medan sama dengan paid-paidan, berarti saling tarik-menari. Jadi, med-medan adalah ritual saling tarik-menarik antara kelompok pemuda dengan kelompok pemudi untuk memohon keselamatan seluruh warga desa.
            Prosesi med-medan dimulai dengan persembahyangan bersama untuk memohon keselamatan. Usai sembahyang, peserta dibagi menjadi dua kelompok, laki-laki dan perempuan. Kemudian kedua kelompok tersebut mengambil posisi saling berhadapan di jalan utama desa. Setelah seorang sesepuh desa memberikan aba-aba, kedua kelompok saling mendekat. Begitu bertemu, peserta terdepan saling tarik-menarik lalu berciuman dan disaksikan oleh ribuan penonton. Prosesi tersebut dilakukan secara bergantian sehingga semua peserta kebagian berciuman.
            Tidak semua masyarakat Bali, bahkan masyarakat Sesetan Kaja sendiri menyukai tradisi ini. Pernah, pada tahun 1970-an para sesepuh banjar memutuskan agar acara ini ditiadakan. Namum, tak lama berselang, di pelataran Pura terjadi perkelahian yang amat seru antara dua ekor babi, dan keduanya menghilang begitu saja di tengah perkelahian. Oleh warga, peristiwa itu dianggap sebagai pertanda buruk. Maka, med-medan pun kembali dilangsungkan.
            Jauh sebelum itu, ada kisah menarik mengenai med-medan ini. Saat itu, begitu Hari Nyepi usai, masyarakat Puri Oka, sebuah kerajaan kecil di Denpasar selatan, menggelar permainan med-medan alias saling tarik-menarik antara kelompok pemuda dengan pemudi yang amat seru. Saking serunya, acara tarik-menarik itu  berubah menjadi acara saling merangkul dan situasi berubah menjadi gaduh. Raja yang saat itu sedang sakit pun marah besar. Dengan terhuyung-huyung beliau keluar hendak  menghardik warganya. Namun, begitu melihat adegan itu, tiba-tiba sakit Sang Raja mendadak sirna dan beliau pun sehat seperti sediakala. Raja itu lalu mengeluarkan titah agar med-medan itu dilaksanakan tiap tahun saat ngembak geni (menyalakan api pertama) setelah Hari Nyepi.
            Begitu diselenggarakan lgi, giliran pemerintah Kolonial Belanda yang terusik melihat upacara itu. Belanda melarang ritual itu. Namun, warga yang taat tidak menghiraukan larangan itu. Acara ciuman masal itu pun berlangsung hingga sekarang.



                                                                                                                                   

Contoh-contoh Puisi


Inilah Aku

Aku hanya mencoba
Menjadi diriku yang sebenarnya
Teguh hati menjalaninya
Berat hidup kutanggung sendiri

Menengok sesekali
Hanya untuk mengingatkan
Siapa diriku sebenarnya

Aku tahu ini tidaklah mudah
Dan aku pun tahu
Bahwa semua ini tidak sia-sia
Semua usaha pasti mendapat hasil

Karena aku percaya
Inilah jalanku
Takdir dan nasibku
Akulah yang menentukan


Euforia

Hatiku bernyanyi
Ragaku menari
Seolah tanpa beban

Melanyang, terbang ke udara
Melihat bintang
Menggapai bulan

Indah dunia
Beriku kebahagiaan
Seakan berada di surga

Sungguh luar biasa
CiptaanMu
Oh, Tuhanku


Negaraku, Indonesia

Debur ombak
Nyanyian camar
Jerit peluit kapal
Harmoni pagiku

Tempatku tumbuh besar
Tanah airku
Negara maritim
Dengan banyak palabuhan

Ribuan pulau
Ratusan suku
Tak akan pecah
Jarak bukanlah masalah

Bangga diriku
Akan besarnya negaraku
Sumpahku padamu
Akan tetap bersatu
Negaraku, Indonesia


Blue Night On The Wonderland

Like a song in the blue night
Singing alone on the deck
See the moon saw me
Smile to me

Give me a wonder
You in the other side
Slowly but sure
I’ll see you again
In the blue night on the wonderland


Memories

He is never come
Never forever
I know he’s hate me

I don’t care
“I will find you” I said
And I hope I can

I don’t really care
About my self
I just care with you

Long time I try
But I never get you
Now I know

Now you just  be
A memories in my brain
Never repeated again

Kamis, 13 Desember 2012

Contoh Esai


Kesetiakawanan Perekat Peradaban


Peperangan Belum Usai

Indonesia merupakan negara yang besar dengan wilayah yang luas dan rakyat yang banyak. Merupakan suatu hal yang luar biasa jika bisa menyatukan negara yang besar ini, negara yang memiliki beraneka ragam suku, agama, dan ras. Pendahulu kita dengan segenap jiwa mempersatukan bangsa ini agar terbebas dari belenggu penjajahan. Mereka mempertaruhkan jiwa dan raga agar kelak penerus mereka bisa menghirup udara kemerdekaan.
Namun kini, setelah kita menikmati kemerdekaan hampir lebih dari separuh abad (67 tahun) kita malah merusaknya. Cobalah kita bandingkan nilai rasa persatuan tempo dulu dengan saat ini. Mungkin akan terlihat perbedaan yang sangat besar. Hal itu dikarenakan kita menganggap peperangan sudah usai dan kemerdekaan akan kita miliki selamanya. Akan tetapi, hal itu seharusnya tidak pernah kita coba banyangkan, karena hal itu salah besar. Kemerdekaan kita saat ini hanyalah sebuah pengakuan belaka, bahwa Indonesia telah merdeka secara utuh. Sedangkan dari dalam ”tubuh” Indonesia sendiri belumlah aman. Rasa aman semakin terkoyak oleh berbagai kejadian yang memilukan dan bahkan memalukan. Misalnya, penyerangan pos polisi, perselisihan antar penduduk, aksi teroris, permusuhan antar suku/agama/ras, adanya keinginan kelompok-kelompok tertentu memaksakan kehendak, dan seterusnya. Sedikit demi sedikit rasa persatuan Indonesia mulai memudar oleh kemilau sinar kemerdekaan yang membuat kita lupa bahwa peperangan seseungguhnya belum selesai.

Rasa Kepedulian
Rasa persatuan yang memudar tersebut sudah terbukti dengan adanya KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepoteisme). Mereka yang melakukan KKN sudah buta dan tuli akan saudara sebangsa dan hilang rasa persatuannya. Mereka hanya mengambil keuntungan untuk diri sendiri atau golongan tertentu dan mengabaikan nasib saudara sebangsanya yang dirugikan. Rasa keakuan mereka tinggi sehingga melupakan apa yang dulu pernah diperjuangkan oleh para leluhur bangsa Indonesia. Sesungguhnya sadar tidak sadar kemerdekaan itu adalah kebutuhan hakiki setiap bangsa yang berdaulat. Akan tetapi, kemerdekaan yang telah diraih dengan cucuran air mata dan darah kini terasa semakin terkoyak oleh prilaku orang-orang yang kurang peduli terhadap pemaknaan arti kemerdekaan yang sesungguhnya.
Tanpa kepedulian yang tinggi terhadap pemaknaan kemerdekaan yakni adanya pengakuan bahwa kita adalah bangsa yang berdaulat, kita adalah satu tanah air, dan kita sesungguhnya adalah bersaudara, mustahil akan tumbuh rasa kepercayaan, senasib dan sepenanggungan, serta kesetiakawanan nasional yang tinggi. Justru sebaliknya, tanpa itu semua kita akan terpecah-pecah menjadi kepingan kecil yang tidak berdaya.
Bila kita tahu dan tetap buta dan tuli akan nasib bangsa kita, itulah yang disebut tidak peduli. Kepercayaan dan kesetian akan muncul dengan sendirinya bila kita peduli akan sesama, bangsa dan negara kita. Oleh karenanya kita perlu untuk menumbuhkan dan mengembangkan semangat kesetiaan berbangsa dan bernegara yang utuh.

Kesetiakawanan
Umpamakanlah kita ini sebagai sapu lidi yang hanya akan berguna bila disatukan dan diikat dengan seutas tali. Apabila tali pengikatnya terlepas dan membuat batang-batang sapu itu tercerai berai, hal itu tidaklah berguna. Hal yang sama juga berlaku untuk kita, apabila kesetiaan terhadap sesama tidak ada dan persatuan tidak pernah tumbuh di tanah air kita, kita akan hancur dan tidak berdaya, namun bila kita bersatu segalanya dapat kita lakukan.
Hal termudah yang bisa kita lakukan dikehidupan sehari-hari adalah mempercayai teman, sahabat, kolega dan keluarga kita. Bersamaan dengan adanya rasa percaya tumbuh juga kesetiaan kita.
Di dalam pergaulan remaja masa kini kesetiaan ini lebih dikenal dengan kesetiakawanan. Mereka terutama menempatkan rasa setia ini kepada teman atau sahabat mereka. Sehingga ikatan yang terbentuk disini masih berskala kecil.
Kesetiakawanan yang dimaksud disini bukanlah ”senjata” yang digunakan untuk memperdayakan teman kita saat mengikuti ujian. Teman yang baik tidak akan memberikan temannya contekan saat ujian walaupun temannya tersebut menggunakan nama kesetiakawanan untuk mendapatkan kemudahan, karena hal tersebut tidaklah baik. Justru kesetiakawanan berarti ”senjata” sesungguhnya jika kita bisa bertenggang rasa dan tepa selira pada saat teman atau sahabat kita sedang menghadapi musibah yang membuat mereka tidak berdaya atau terpuruk.
Dari  ikatan kecil inilah akan terbentuk kesatuan yang besar. Bila suatu ikatan kecil ini mengikat ikatan lainnya maka akan membentuk jalinan bagai rantai yang kuat. Begitulah bila kita memiliki kesetiakawanan yang tinggi.
Apabila kita memiliki kesetikawanan dan menjalin hubungan yang baik dengan sesama kita, tidak mungkin akan terjadi tawuran seperti yang sering terjadi akhir-akhir ini. Atau bentrokan antar daerah yang dipicu hanya oleh masalah kecil.
Jaga dan rawatlah kesetiakawanan agar persatuan bangsa ini tetap utuh. Kesetiakawanan juga dapat merekatkan hubungan kita dengan sesama kita walaupun berbeda suku dan agama. Karena perbedaan bukanlah sebuah pemecah persatuan, melainkan sebuah pelengkap dari banyak kekurangan.
Jangan merusak rasa persatuan dengan kepuasan pribadi semata. Bila sahabat atau saudara kita sedang kesusahan, sepantasnyalah kita merasakan hal yang sama dan membantunya. Untuk itulah, sebagai bangsa beradab yang tumbuh dari masa-masa silam yang pahit hendaknya terus ’eling’ agar senantiasa memperteguh iman, mempererat tali silahturami dan rasa persaudaraan, dan mengembangkan rasa kesetiakawanan nasional dengan tulus ikhlas niscaya kita akan dapat membuktikan bahwa Indonesia adalah negara besar yang benar-benar berdaulat dan berbudaya tinggi.